Ketika Impian Menjadi Nyata (2) : Madinah

Alhamdulillah, kita lanjut lagi ya cerita umrohnya 😊 Maafkannn kelamaan lanjutannya dari cerita sebelumnya…

Yang mau baca kisah sebelumnya ada disini

Jadi setelah 4 jam perjalanan Istanbul – Madinah, sampai juga di bandara Madinah sekitar pukul 00.30 dini hari. Waktu itu ada ratusan orang jamaah dari berbagai negara yang landing berbarengan rombongan kami. Jadi kebayang dong ya antrian imigrasinya seperti apa.
.
Nah, parahnyaaa…. petugas imigrasi di bandara Madinah santaiiiii banget kerjanya. Padahal semuanya pria. Dan rupanya mereka hobi ngobrol dan bicara dengan sesama rekan kerja. Duhhh itu antrian sampai lebih dari 2 jam.
.
Saya kasihan melihat beberapa jamaah yang sudah lanjut usia harus menunggu selama itu. Banyak diantara jamaah, termasuk saya, yang akhirnya duduk ngglesot alias ndelosor di bawah, karena sudah tidak tahan berdiri berjam-jam begitu lama. Bahkan sampai ada yang jatuh lho saking lamanya menunggu 😔
.
Hemmm.. bedaaa 360 derajat dengan petugas imigrasi di bandara Turki yang serba cepat, disiplin, dan tak banyak bicara.
.
Sekitar jam 03.00 pagi akhirnya selesai juga prosesnya. Kami telah dijemput oleh seorang Muthawwif (pembimbing umroh) yang ternyata telah menunggu kedatangan kami sejak jam 23.00. Mantap ya nunggu yang dijemput aja 4 jam lamanya di bandara. Kalau naik pesawat sudah sampai Istanbul itu 😁
.
.
Dari bandara kami diantar menggunakan bis menuju hotel di dekat Masjid Nabawi. Alhamdulillah hotelnya terletak di belakang pasar. Jadi setiap akan ke masjid kami harus melewati pasar yang menjual aneka oleh-oleh, suvenir, dan berbagai keperluan untuk jamaah. Harga-harganya pun relatif murah.
.
Untuk satu jilbab segi 4 yang bahannya lumayan halus, kita bisa beli seharga 5 SR (Saudi Riyal).
Kurs 1 Riyal sekitar Rp. 3.850, –
Untuk peci bentuk bulat, kamu bisa beli dengan harga bervariasi. Ada yang 5 SR, ada pula yang hanya 2 SR.
.
Oh ya, saya sempat beli tas traveling jinjing gede di pasar ini. Mau tahu harganya berapa? Only 15 SR aja, alias gak sampai Rp. 60ribu 😁 ck… ck… Padahal tasnya lumayan besar dan kuat loh.
Ehhh ini kenapa kita malah keterusan bahas tentang harga oleh-oleh ya hehhee..
Oke, saya lanjut lagi cerita tentang masjid Nabawi.
.
.

 

IMG_20180714_004824_327
Kubah hijau di belakang saya adalah makam Rasululullah Saw.
.
.
Masjid Nabawi ini merupakan masjid kedua yang dibangun Rasulullah Saw setelah masjid Quba. Saat itu beliau dalam masa hijrah dari Mekkah ke kota Madinah Al Munawwaroh yang jaraknya sekitar 340 km dari kota suci Mekkah. Ciri khas masjid Nabawi ini ada pada atap di pelataran masjidnya yang dapat membuka dan menutup seperti payung.
Setelah sholat Subuh atap-atapnya mulai dibuka, dan setelah sholat Ashar atapnya ditutup, sehingga kita sholat Maghrib dan Isya’ langsung beratapkan langit. Masyaa Allah.
.

Exif_JPEG_420
Atap di pelataran masjid siang hari
.
Exif_JPEG_420
Saat magrib tiba
.
Di dalam masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah yang ditandai dengan kubah berwarna hijau. Untuk masuk kesana dibatasi waktunya dan butuh banget perjuangan, karena harus berebut dengan ratusan jamaah dari negara lain. Biasanya ustadz pembimbing atau Muthawwif akan membimbing jamaahnya menuju tempat mustajab berdoa yang disebut Raudhah (Taman Surga). Raudhah ini letaknya diantara bekas mimbar Rasulullah dan makam beliau di dalam masjid.
.
.
Oya, Madinah ini kotanya tenang, nyaman, terdapat banyak pohon kurma, dan tidak seramai Mekkah. Enak deh untuk kamu yang suka jalan dan lihat-lihat suasana kota.
.
Sayangnya rombongan kami hanya stay 3 hari disini. Belum puas sebenarnya karena belum sempat keliling banyak. Ziarah hanya diajak ke Jabal Uhud dan kebun kurma. Padahal pengen banget lihat onta, tapi belum kesampaian. Doakan ya next time bisa kesana lagi dalam rangka ibadah haji yang wajib buat umat muslim. Aamiin… ☺
.
.
Exif_JPEG_420
Jalan raya di pusat kota Madinah, sekitar Masjid Nabawi. Tenang & tidak terlalu ramai.
.
.
Rasulullah pernah berkata, bahwa sholat di Masjid Nabawi memiliki pahala 1000x lipat dibandingkan sholat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan sholat di Masjidil Haram memiliki keutamaan 100.000x lipat dibanding sholat di masjid lainnya.
Jadi kalau kamu punya rezeki, jangan tunda lagi untuk segera berkunjung ke rumah Allah dan Rasulnya, ya. Insya Allah Dia akan ganti seluruh biaya yang kamu keluarkan dalam bentuk rezeki yang lebih berlimpah dan barakah 💖
Next kita sambung lagi kisah di Mekkah Al Mukarromah ya…
Iklan

Ketika Impian Menjadi Nyata (1) : Antara Jogja – Jakarta – Istanbul

Nangissssss……
Antara terharu, bahagia, bersyukur, dan entah perasaan apalagi yang saya rasakan.
 .
Yup, tanggal 20 April 2018 merupakan tanggal bersejarah dalam kehidupan saya, khususnya sebagai seorang muslim, sekaligus seorang pemimpi yang tak henti-hentinya selama ini memaksa diri agar mimpi-mimpi saya dapat terwujud.
 .
Ada 2 impian terbesar yang saya paksa untuk terus berada di pikiran bawah sadar, yaitu :
 .
1. Pergi ke Baitullah
2. Menjejakkan kaki ke Turki, negara dengan percampuran budaya Asia – Eropa, yang merupakan tempat bersejarah perekam jejak penyebaran Islam di wilayah Eropa
 .
Luar biasanya, impian itu Allah wujudkan menjadi satu dalam paket Umroh yang ditawarkan ke saya oleh sebuah biro umroh yang saya cari secara online.
.
Mungkin memang Allah sudah atur semuanya. Dari hampir ratusan biro haji dan umroh yang ada di Yogyakarta, kebetulan yang responnya saya rasa cepat dan sigap adalah biro yang saya pakai ini. Entah kebetulan atau tidak, mereka langsung nawarin paket umroh + Turki yang akan berangkat 3 minggu kemudian. Sempat deg-degan dan gak yakin saya bisa berangkat secepat itu. Tapi mereka meyakinkan akan bantu saya mengurus paspor, visa, dan dokumen-dokumen penting secepatnya (bisa baca tulisan saya sebelumnya tentang paspor dan meningitis).
.
Alhamdulillah, akhirnya semua beres juga dan Allah izinkan saya berangkat dengan rute cukup panjang, Yogyakarta – Jakarta – Istanbul – Madinah, pada tanggal 20 April 2018.
 .
Setelah sebelumnya menahan tangisan di depan ibu dan anak tercinta saat pamitan, saya kemudian ikhlas mengizinkan airmata mengalir derasss #hikss saat maskapai Turkish Air hendak take off dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Attaturk Istanbul.
.
Berkali-berkali mengucap hamdalah, dan sesekali mengusap mata yang makin memerah 😥
Dari mulai naik tangga pesawat saja saya sudah terkagum-kagum melihat badan pesawat jenis Airbus ini 🙈
 Sebenarnya bukan hal baru sih bolak-balik naik pesawat sejak zaman balita tempo doeloe, meskipun hanya penerbangan domestik aja. Tapi beneran, belum ada yang segede gini *lebayyyy yaaa
 .
Udah gitu kru pesawatnya cakep-cakep lagi. Pramugari dan pramugara pakaian dinasnya sopan, berasa kalah deh pramugari kita kalau soal etika berpakaian begini 😊
 .
Exif_JPEG_420
Cakep dan sopan kan pakaiannya 😄 
Btw, perjalanan Jakarta – Istanbul memakan waktu sekitar 12 jam. Saya dan rombongan umroh (semuanya 27 orang), berangkat dari Jakarta pukul 21.30 WIB. Keesokan harinya kami tiba di bandara Attaturk sekitar pukul 06.00 pagi waktu Istanbul (sekitar pukul 10.00 WIB).
 .
Dimaklumi ya kalau ada foto yang blur. Masih ngantuk, sih 😅
 .
Exif_JPEG_420
Blurrrrr…. Efek ngantuk kali, ya 😅
Exif_JPEG_420
Duhhh, ini juga gak fokus
Exif_JPEG_420
Nah, yang ini lumayan lah.. 😂
Exif_JPEG_420
Ini belom mandi ya, catettt. Lelah, letih, lesu 😂
Review lengkap perjalanan dengan Turkish Air insya Allah saya ceritakan di bagian terpisah ya. Tunggu aja…. Moga-moga mood nulis senantiasa terjaga 😊
.
Lanjuttt….
.
Sampai di Istanbul rombongan kami langsung dijemput oleh seorang Guide bernama Aisha. Tomboy, cekatan, dan hanya dapat berbahasa Inggris, tanpa mengerti sedikit pun bahasa Indonesia, membuat beberapa anggota rombongan sempat khawatir tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Aisha.
 .
 Untungnya, ada anggota rombongan yang fasih berbahasa Inggris, sehingga sangat membantu banget sebagai translator selama Aisha menjelaskan berbagai hal tentang Turki saat kami melakukan city tour.
 .
Hmmm…. awalnya si Aisha ini sempat ngambek lho, karena orang Indonesia dianggapnya lelet, terutama yang cewek. Maklum, saat itu ada beberapa anggota rombongan yang wanita setelah sholat subuh di bandara agak lama selesainya. Jadi Aisha sebal dan langsung ngeloyor pergi keluar bandara 🙄
 .
Bisa dimengerti sih ya, karena dia guide yang segalanya telah terprogram. Kalau ada satu acara terlambat pastinya akan mempengaruhi acara-acara lainnya.
 .
Oya, city tour ini terbatas bangettt waktunya, karena jam 5 sore kami sudah harus sampai di bandara Attaturk lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Madinah. Jadi setelah sarapan sejenak, diputuskan ada 4 lokasi inti yang akan kami kunjungi.
.
.
1. Masjid dan makam Abu Ayyub Al Anshori (Eyup Sultan Mosque/Eyup Sultan Camii)
 .

 

 

.
.
Exif_JPEG_420
Saya tetap cinta Indonesia, kok.. 😁
.
2. Museum Panorama (museum perjuangan rakyat Istanbul)
.
Exif_JPEG_420
Background di belakang saya adalah diorama pertempuran rakyat Turki
.
.
Exif_JPEG_420
Wefie bareng remaja Turki. Ternyata mereka suka heran klo liat orang Indonesia bawa tongsis 😅
.
.
3. Kompleks Hagia Sophia – Blue Mosque (impian saya bangettt iniii)
.
Exif_JPEG_420
Menara Blue Mosque
.
.
Exif_JPEG_420
Gerbang utama Blue Mosque sedang dipugar
.
.
Exif_JPEG_420
Hagia Sophia. Alhamdulillah, dream comes true!! Always believe in your dreams, ya 💜

.

4. Produsen jaket wol berlabel “Emelda”
 .
images (14)
Butik Emelda, produsen jaket kulit eksklusif Turki. (Foto : tripadvisor.co
.
Tau gak sih, meskipun hanya beberapa jam saja mengelilingi Istanbul, tapi Masya Allah, kota ini bener-bener ngangeninnn banget. Suasananya kotanya, orang-orangnya (cakep semua 😁), bangunan-bangunan bersejarahnya.
.
Apalagi di bulan April adalah peralihan  dari musim dingin ke musim semi.
Cahaya matahari bersinar cerah, bunga-bunga tulip bermekaran dimana-mana.
diiringi suhu udara yang cukup nyaman, sekitar 15 derajat celcius.
 .
Exif_JPEG_420
.
Exif_JPEG_420
Kompleks Blue Mosque (Sultan Ahmed Mosque)
 .
Exif_JPEG_420
Semburat musim semi di halaman museum Hagia Sophia. Cantik yaaa Masya Allah…

.

Exif_JPEG_420
Masya Allah… akhirnya bisa juga aku menyentuhmu, wahai bunga Tulip 💜

 

 

.

Exif_JPEG_420
Klo ini taman di Museum Panorama
.
.
Nah, setelah melakukan city tour kurang lebih 10 jam, rombongan kami kembali ke bandara Attaturk untuk melanjutkan penerbangan ke kota Madinah Al Munawwarah by Turkish Air lagi. Penerbangan memakan waktu sekitar 4 jam dan kami tiba di Madinah jam 01.00 dini hari.
 .
Bagaimana kisah selanjutnya menjejakkan kaki di negara Arab? Hemmm… petugas imigrasinya seru abiss lhoo….
.
Tunggu tulisan selanjutnya ya. Doakan saya beneran lanjutin bagian 2 nya 😅
.
.
(bersambung)

Cara Membuat Paspor dan Suntik Meningitis Tahun 2018

Assalamu’alaikum,

Hai… Adakah diantara teman-teman yang ingin berangkat umroh? Pasti sudah tahu kan ya bahwa salah satu syarat berangkat umroh adalah harus melakukan suntik Meningitis. Nah, saya ingin sharing sedikit pengalaman pertama cara membuat paspor dan suntik meningitis yang 2 minggu lalu saya lakukan.

Saya termasuk peserta umroh yang nekat mendaftar secara mendadak sekitar 3 minggu sebelum keberangkatan. Sama seperti rezeki dadakan yang Allah berikan secara tiba-tiba kepada saya.

Awalnya pesimis sih bisa berangkat dalam waktu kurang dari 3 minggu karena saya belum pernah keluar negeri sama sekali, yang artinya juga belum pernah punya paspor. Ketambahan lagi saya belum percaya bahwa saya bisa berangkat dalam waktu secepat itu 😂 Tapi biro umroh tempat saya mendaftar meyakinkan, mereka akan membantu, asalkan syarat pas foto berwarna 4×6 berlatar belakang putih + KTP + KK sudah tersedia secepatnya.

Akhirnya pada tanggal 2 April 2018 jam 08.00 pagi saya meluncur terlebih dahulu ke Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk melakukan interview dan foto pembuatan paspor. Karena sebelumnya telah mendaftar secara online dan datang tepat waktu sesuai jadwal, tidak sampai 30 menit semua proses Alhamdulillah kelar dilakukan. Saya langsung membayar biaya paspor Rp. 355.000, – di loket Mobil Pos yang tersedia di halaman Kantor Imigrasi. Paspornya sendiri baru dapat diambil 5 hari kerja setelah dilakukan pembayaran.

 

Sumber foto : sekolahumroh.com

 

Selesai dari Kantor Imigrasi, saat itu juga saya meluncur ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk suntik Meningitis. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kantor Imigrasi. Saya membawa pasfoto 4×6 + foto copy KK + KTP untuk jaga-jaga jika dibutuhkan.

Sampai disana ternyata sudah banyak peserta suntik yang antri (padahal masih jam 9) dan rata-rata mereka masih bingung bagaimana prosedurnya, termasuk saya 🙈

Untungnya, ada beberapa petugas yang memang bertugas melayani berbagai pertanyaan soal prosedur suntik Meningitis, meskipun memang tidak banyak dan harus sabarrrrr banget nungguin mereka jelasin ke peserta lain.

Intinya begini prosedur suntiknya :

1. KKP tidak menyediakan formulir pendaftaran secara langsung. Jadi kita harus isi data terlebih dahulu di formulir online di web resmi berikut ini http://kespel.depkes.go.id. Mengisinya dari HP masing-masing ya, karena KKP tidak menyediakan fasilitas komputer untuk peserta melakukan pendaftaran online. Yang disediakan disana adalah wifi gratis ☺

2. Selesai mengisi data diri dan mengupload KTP, jangan lupa download terlebih dahulu formulir yang telah diisi tadi, lalu kirimkan ke email resmi KKP. Nanti ada petugas khusus yang langsung mengeprint formulir yang kita kirimkan ke email tadi. Antri sih, tapi dinikmati aja deh ya, daripada harus ngeprint diluar kantor.

3. Selesai mencetak formulir pendaftaran, barulah kita boleh mengambil nomor antrian di loket. Petugas loket akan menanyakan paspor kita sebelum mengijinkan kita melakukan suntik Meningitis. Untuk kasus seperti saya yang belum jadi paspornya, diperbolehkan menunjukkan bukti pelunasan paspor saja.

4. Setelah menyerahkan formulir ke loket, saya dipersilahkan melakukan cek urine terlebih dahulu. Kemudian barulah dikumpulkan dalam satu ruangan yang isinya kurang lebih 10 orang untuk dijelaskan segala hal terkait dengan vaksinasi Meningitis.

Oya, ada kasus sedikit. Seperti halnya vaksinasi lainnya, Meningitis tidak boleh dilakukan apabila peserta dalam keadaan demam.
Payahnya, hari itu kondisi badan saya agak demam karena begadang sampai subuh nungguin anak yang lagi sakit. Petugas memeriksa suhu badan saya dan bertanya apakah saya sehat? Karena takut gagal suntik, buru-buru dengan penuh yakin saya jawab bahwa saya sehat wal’afiat. Suhu tubuh yang hangat disebabkan oleh kurang tidur, bukan karena bakteri atau virus tertentu.

5. Setelah itu peserta dipersilahkan membayar biaya Meningitis, kemudian masuk satu demi satu ke ruangan untuk melakukan suntik di lengan atas sebelah kiri. Saya lupa berapa persisnya biaya Meningitis kemarin. Yang jelas sekitar 300ribuan.

6. Selesai suntik, peserta akan diminta menunggu untuk dipanggil kembali mengambil buku Meningitis yang sudah jadi.

7. Tarraaaa….selesai deh dalam satu hari 😁 Kalau tidak salah ingat masa berlaku buku suntik Meningitis sekitar 2 tahun dari masa pembuatan.

Oiya, jika ditotal biaya bikin pasport dan suntik Meningitis total keduanya hampir 700ribuan. Mungkin ada yang membutuhkan informasi biaya ini, silakan dibaca dulu ya dari atas biar gak bingung 😊.

Seuntai Kalimat Ini Akan Menyadarkanmu Untuk Selalu Bersyukur dan Bahagia

 

Referensi pihak ketiga

 

Bagi sebagian orang, tujuan kehidupan yang diinginkan adalah kebahagiaan. Menjadi insan yang bahagia lahir dan bathin adalah penyemangat dalam setiap langkah melewati hari demi hari.

Namun sesungguhnya jika kita renungkan lebih dalam, bahagia tidak seharusnya menjadi tujuan akhir. Apabila bahagia adalah tujuan akhir perjalanan ini, dan hal itu telah tercapai, bukan tidak mungkin kita akan mengalami perasaan stagnan atau berada di zona nyaman. Tak ada impian, tak ada keinginan, tak ada lagi cita-cita.

Mungkin tidak banyak orang yang tahu, sesungguhnya kebahagiaan selalu ada di sekitar kita dan senantiasa mengiringi kemanapun kita pergi.

Referensi pihak ketiga

 

Ketika engkau masih bisa makan nasi rames lengkap dengan lauk dan sayur di warteg, sementara ada tukang ojek yang hanya bisa makan mi instan di warung mi, maka itu adalah suatu kebahagiaan.

Ketika engkau pergi bekerja menggunakan angkot, sementara ada seorang bapak tua penjual gorengan yang harus mengayuh sepedanya setiap hari pulang pergi tanpa henti, dengan hasil yang tak seberapa, maka itu juga adalah kebahagiaan.

Sesungguhnya kebahagiaan selalu ada di sekitar kita dengan wujud dan tampilannya masing-masing. Tapi ironisnya, begitu banyak orang yang kurang mensyukuri dan menganggap kebahagiaan harus dicari.

Bersyukur dalam setiap detik perjalanan di muka bumi adalah kebahagiaan yang sesungguhnya. Betapa engkau adalah seorang pembelajar sejati, manakala dalam segala ujian dan rintangan yang menghalangi engkau mampu bersyukur dengan sepenuh hati.

Bersyukur masih diberi umur panjang, bersyukur masih dapat berjalan, bersyukur dengan karunia pendengaran, dan nikmat sehat yang tiada terkira.

Maka nikmat Tuhanmu manakah yang engkau dustakan?

 

 

*Tulisan ini pernah dimuat sebagai Ghost Writer untuk akun di UC News

Ketika Passion Beradu dengan Kesempatan & Waktu

170106174209
Foto : pixabay

Haii… 😀 lama gak ketemu kamu, wahai blogku 😄 #sambilelus-elusblog

Ya, beberapa bulan terakhir saya ada beberapa proyek menulis yang cukup menyita manajemen waktu. Semuanya mengalir dengan sendirinya sampai membuat saya terharu.

Tapi Alhamdulillahnya sih pekerjaan ini bisa dikerjakan dari rumah. Jadi sangat fleksibel ya terutama untuk kamu yang mungkin sudah berkeluarga atau memiliki halangan untuk bekerja di luar rumah.

Oya, sebenarnya menulis bagi saya bukan hal baru 😊 Inget banget dulu waktu SD punya buku khusus yang isinya tulisan-tulisan saya semua.
Seiring berjalannya waktu,  saya lebih tertarik menulis artikel-artikel lepas atau berita-berita singkat karena background pendidikan saat kuliah lebih fokus ke jurnalistik, khususnya jurnalistik televisi.
Tapi gak perlu kuatir kok, siapapun kamu dan apa pun backgroundmu, MENULIS adalah soal PEMBIASAAN. Pembiasaan mengumpulkan 10.000 jam terbang.
Lebih bagus lagi jika menulis sudah menjadi bagian dari passionmu. Dibayar atau pun tidak, kamu akan tetap menulis dan berbagi suara hati kepada orang lain.
So, keep writing yaa…!! 😉

Ini yang Akan Terjadi Apabila Bumi Benar-benar Datar

Perbedaan pendapat bahwa Bumi tempat tinggal kita adalah datar, bukan bulat, kerap melahirkan teori-teori baru dari mereka yang menganut paham Bumi datar, termasuk dari Flat Earth Society (Komunitas Bumi Datar). Padahal sejak dahulu kala telah banyak ilmuwan yang berhasil membuktikan keberadaan bentuk Bumi yang bulat.
Benarkah Bumi datar? Sumber : pexels.com

 

Eratosthenes, ahli matematika asal Yunani, pada tahun 276 SM membandingkan bayangan pada dua kota berbeda di Mesir, yaitu Aswan dan Alexandria. Hasilnya, saat petang, tidak ada bayangan di Aswan, namun terdapat bayangan di Alexandria.Jika Bumi berbentuk datar, maka tidak mungkin ada perbedaan antara keberadaan 2 bayangan tersebut karena posisi Matahari akan dianggap sama bagi tiap titik di Bumi, seperti dilansir ancientcode.com (retrieved, 31/1/2018)

Terlepas dari bukti bahwa Bumi memang bulat tersebut, sebuah blog dari Observatorium Bumi Lamont-Doherty di Universitas Colombia (ldeo.colombia.edu 28/1/2018) mencoba menjelaskan secara logika apa yang akan terjadi jika planet kita dianggap sebagai planet berbentuk datar :

1. Tidak ada gravitasi

Teori “Bumi datar” memunculkan suatu pertanyaan, bagaimana dengan masalah gravitasi? Tidak jelas bagaimana gravitasi akan bekerja apabila bumi ini datar, padahal telah terbukti bahwa buah apel yang jatuh dari pohon adalah akibat adanya gaya gravitasi. Demikian pula adanya gravitasi memungkinkan bulan mengorbit Bumi dan semua planet mengorbit mengelilingi matahari.

Bayangkan apabila Bumi ini datar, maka semua gaya tarik akan berpusat di tengah Bumi. Air akan tersedot ke pusat Bumi, pepohonan pun akan tumbuh secara diagonal, karena mereka berkembang ke arah yang berlawanan dengan tarikan gravitasi.

Gravitasi pada teori Bumi datar. Sumber : shutterstock.com

 

2. Matahari kemungkinan akan jatuh ke Bumi karena tidak adanya gaya momentum linier & tegak lurus

Dalam teori tata surya kita yang didukung bukti ilmiah, Bumi berputar mengelilingi matahari, namun tidak jatuh ke bawah karena sedang melakukan perjalanan di orbitnya. Dengan kata lain, gravitasi matahari tidak bekerja sendiri. Ada momentum linier dan gravitasi matahari yang bergabung, sehingga menghasilkan orbit melingkar mengelilingi matahari.

Sementara dalam teori Bumi datar, Bumi dianggap sebagai pusat alam semesta, namun tidak dikatakan bahwa matahari mengorbit Bumi. Ini artinya matahari memancarkan cahaya dan kehangatan ke bawah seperti lampu meja memancarkan sinarnya. Tanpa adanya gaya momentum linier dan tegak lurus, mustahil matahari dan bulan mampu melayang di atas Bumi, apalagi ukuran matahari adalah 100x lebih besar dari ukuran Bumi.

3. Tidak akan ada satelit & GPS

Apabila Bumi datar, kemungkinan tidak akan ada satelit, karena satelit bekerja dengan cara mengorbit pada benda lain.. Tidak ada satelit artinya juga tidak akan ada GPS. Dengan tidak ada GPS artinya sistem navigasi juga akan mengalami kekacauan.

Satelit sedang mengorbit bumi. Sumber : pixabay.com

 

4. Tidak akan ada musim, gerhana & fenomena lainnya

Jika matahari dan bulan berputar mengelilingi satu sisi Bumi yang datar, kemungkinan masih dapat terjadi proses siang dan malam. Tapi itu tidak akan menjelaskan bagaimana munculnya musim, gerhana dan banyak fenomena lainnya dapat terjadi apabila Bumi dianggap datar.

5. Tidak ada medan magnet

Jauh di bawah pusat Bumi terdapat suatu medan magnet. Dikutip dari infoastronomy.org (15/5/2016), medan magnet Bumi akan melindungi kita dari badai matahari dan radiasi kosmik. Kekurangan medan magnet berarti menyebabkan lebih banyak radiasi dapat menembus atmosfer Bumi.

Apabila Bumi dianggap datar, maka medan magnet harus diganti dengan yang lain. Mungkin dengan logam cair. Namun teori ini pun tampak tidak masuk akal bagi para ilmuwan dan ahli sains terkemuka.

Foto Bumi bulat. Sumber : nasa.gov

 

Menurut seorang sejarawan, Jeffrey Burton Russell, belum ada ilmuwan dalam era peradaban barat yang percaya bahwa bumi berbentuk datar.

Bahkan Pythagoras yang diikuti oleh Aristoteles, Euclid, dan Aristarkhus, mengamati bahwa bumi adalah sebuah bola sejak abad ke-6 SM.

Nah, bagaimana menurut Anda? Masih tetap percaya bahwa Bumi itu datar?

 

*Artikel ini pernah dimuat dalam platform UC News

Mengejutkan! Mantan Ilmuwan NASA Ini Menjadi Orang Pertama yang Memodifikasi DNA-nya

Seorang mantan ilmuwan NASA, Dr. Josiah Zayner, menjadi orang pertama yang memodifikasi dirinya secara genetis. Dilansir dari blog pribadinya ifyoudontknownowyaknow.com (13/10/2017), Zayner menulis bahwa ia ingin membantu manusia memodifikasi diri untuk menciptakan kelas spesies baru.

Dalam proyek ini, Dr. Zayner memberi kekuatan pada ototnya dengan mengeluarkan protein yang menghambat pertumbuhan otot di lengan kirinya menggunakan teknik CRISPR.

Dikutip dari gakkin-idn.co.id (25/1/2017), CRISPR atau Clustered Regularly Interspaced Short Palindromic Repeats merupakan sebuah metode modifikasi gen yang telah banyak digunakan pada beberapa sistem model, termasuk zigot hewan dan sel manusia.

 

Siapakah sebenarnya Dr. Josiah Zayner?

Zayner memperoleh gelar doktor Ph.D. dari Departemen Biokimia dan Biofisika Molekuler di Universitas Chicago pada tahun 2013. Salah satu karir terbesarnya adalah sebagai ilmuwan riset NASA dan terlibat dalam Program Biologi Sintetis di planet Mars pada tahun 2016.

Saat ini Zayner merupakan pendiri dan CEO The Odin, perusahaan yang berbasis teknologi genetik. Ia menjalankan aktivitas sebagai Biohacker, bahkan menjual peralatan teknik genetik dasar secara online, meskipun badan resmi pangan dan obat-obatan Amerika Serikat (FDA) telah menjelaskan bahwa penjualan produk terapi gen tanpa persetujuan resmi pemerintah termasuk dalam tindakan ilegal.

Zayner dengan latar belakang peralatan modifikasi genetikanya (Foto : ifyoudontknownowyaknow.com)

 

Pada tahun 2017, Dr. Zayner berhasil meraup keuntungan sebesar $ 200.000 dari bisnis penjualan peralatan modifikasi gen miliknya.

Tujuan dari eksperimen yang ia lakukan, menurut Zayner, sebenarnya bukan semata-mata untuk mengubah kekuatan super ototnya, melainkan karena ia menganggap manusia memiliki hak asasi untuk menentukan gennya sendiri. Ini dapat terjadi karena alasan medis, ilmu pengetahuan, atau hanya karena manusia menginginkan sesuatu yang baru dan ingin berbeda dari biasanya. Mantan ilmuwan NASA ini yakin manusia pada akhirnya akan berkembang menjadi generasi baru manusia super-kuat berkat rekayasa genetika yang luas.

Teknik modifikasi gen CRISPR (Foto : ancient-code.com)

 

Hmmm… bagaimana pendapat Anda mengenai hal ini? Apakah Anda sependapat dengan Dr. Zayner?

 

 

*Tulisan ini pernah dimuat dalam platform berita UC News