3 Fakta Menyedihkan Tentang Kondisi Palestina Saat Ini

images (16)
Sumber : mencarimisteri.com
Konflik antara Israel dengan Palestina sebenarnya bukanlah hal baru. Ditinjau dari sejarahnya, hal ini telah berlangsung sejak awal abad ke-20.
.
Konflik mulai muncul ketika gagasan pendirian tanah air (homeland) Yahudi muncul di kalangan tokoh Zionis. Tokoh paling berpengaruh dalam Zionisme selama abad ke-19 adalah Theodor Herzl (1860-1904). Menurut Herzl, satu-satunya cara untuk menyelesaikan masalah Yahudi di Eropa adalah dengan menciptakan “homeland” bagi para Yahudi.
.
Organisasi PBB tentang Perdagangan dan Pembangunan (UNCTAD) mendapat fakta baru bahwa blokade 10 tahun oleh Israel terhadap jalur Gaza, membuat penduduk Palestina sulit membangun ekonomi mereka.
.
Dikutip dari laman VOA Indonesia, PBB mengingatkan, wilayah Jalur Gaza di Palestina bisa jadi tidak tidak layak dihuni manusia tahun 2020 jika keadaan sekarang tidak diatasi.
.
Berikut 3 fakta terkini tentang kondisi Palestina, Dears :
.
.
1. Negara dengan angka pengangguran tertinggi di dunia
.
Laporan menyebutkan bahwa pengangguran di wilayah Palestina mencapai 27% atau tetinggi di dunia. Yang paling terdampak adalah kelompok perempuan dan anak muda.
.
.
2. Sektor pertanian menurun
.
Pertanian merupakan sektor yang paling terpukul oleh situasi ekonomi di Palestina. Larangan perjalanan yang diberlakukan Israel nyaris meluluhlantakkan harapan akan pertumbuhan di Gaza dan Tepi Barat.
.
.
3. Krisis tenaga listrik dan air
.
Tahukah kamu, Dears, bahwa setiap rumah tangga di Palestina mendapat aliran listrik hanya dua jam per hari. Dan hanya 10 persen penduduk yang punya akses air bersih yang cukup. Sungguh memprihatinkan dan menggugah kepekaan nurani kita sebagai sesama muslim.
.
.
Hanyalah doa yang dapat kami panjatkan agar Allah Swt selalu melindungi kalian, saudara-saudara kami disana. Allah pasti memiliki rencana yang lebih indah dan.tak terjangkau oleh kita.
.
.
💜💛💚
.
#TantanganMenulisEstrilook
#EstrilookCommunity
#KondisiTerkiniPalestina
Iklan

Film Aruna dan Lidahnya, Perpaduan Ciamik Antara Rangga dan Cinta, Wisata Kuliner, dan Pro Kontra Persahabatan

Hai Dears,

Masih ingat film remaja yang booming di tahun 2000-an dan menjadi tonggak sejarah bangkitnya film Indonesia dengan tokohnya, Rangga dan Cinta? Yup, AAdC alias Ada Apa dengan Cinta jawabannya.

Buat kamu yang belum bisa move on dari akting Dian Sastrowardoyo bersama Nicholas Saputra dulu, kamu punya kesempatan kembali menikmati perpaduan akting mereka berdua meski dengan karakter yang sedikit agak berbeda dalam film baru Aruna dan Lidahnya.

 

images (15)
Sumber : jadwalnonton.com

 

Penasaran dengan filmnya? Berikut 3 fakta menarik tentang film Aruna dan Lidahnya :
.
.
🌮 Kental dengan aroma perjalanan kuliner dan isu-isu sosial

Film Aruna dan Lidahnya ini diadaptasi dari novel karya Laksmi Pamuntjak (2014). Berkisah tentang petualangan seorang perempuan berusia 30-an tahun dalam perjalanannya menyelidiki kasus flu burung di berbagai wilayah Nusantara. Aruna adalah seorang konsultan ahli wabah yang melakukan perjalanan keliling di beberapa daerah di Indonesia, sekaligus menjadi semacam wisata kuliner bagi Aruna yang ingin menjaga berat badan tapi nyatanya tak dapat menahan nafsu makannya.

Selain Aruna hadir pula sosok Farish, Nad, dan Bono, yang akan sama-sama melakukan perjalanan sambil mencicipi makanan nusantara dan berbagi cerita tentang kuliner, persahabatan, asmara, hingga isu terkini yang sedang hangat di Indonesia.
.

.
🍰 Tayang pada 27 September mendatang

Dalam film yang direncanakan tayang mulai akhir September ini aktris cantik Dian Sastrowardoyo akan berperan sebagai Aruna, seorang ahli wabah penyakit yang memiliki hubungan erat dengan makanan. Sementara Nicholas Saputra akan berperan sebagai Bono, seorang koki sekaligus sahabat Aruna yang juga suka mencari kuliner baru untuk inspirasinya. Selain Dian dan Nicholas, film ini juga akan dibintangi oleh Oka Antara yang berperan sebagai Farish, mantan teman kantor Aruna yang biasa-biasa saja terhadap makanan. Hannah Al-Rasyid juga turut meramaikan dengan berperan sebagai Nad, kritikus kuliner yang memiliki opini kuat dan tajam.
.

.
🛎 Disutradarai oleh sutradara film Posesif yang tahun lalu meraih Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik

Dears, film ini disutradarai oleh Edwin, seorang sutradara yang sudah berkecimpung di dunia film lebih dari 15 tahun lamanya. Awalnya, Edwin fokus memproduksi film-film indie. Namanya tercatat sebagai salah satu sutradara Indonesia yang berprestasi di berbagai festival film dunia.

Tahun lalu Edwin bahkan berhasil mendapatkan Piala Citra sebagai Sutradara Terbaik dalam film komersil pertamanya “Posesif”.

Gimana, Dears, tertarik menonton film ini? Buat kamu yang hobi makan dan kangen dengan akting Rangga dan Cinta tak ada salahnya mengobati kerinduanmu melalui film bergenre drama komedi ini.

Selamat menonton ya, Dears!

💜💛💚

#TantanganMenulisEstrilook
#EstrilookCommunity
#ReviewFilmBaru

Resep MPASI yang Kaya Gizi dan Nutrisi Ini Cocok Banget Lho, Dears, Untuk Bayi Usia 9 Bulan ke Atas

Halo Dears,

Memiliki bayi yang sehat dan tercukupi nutrisinya adalah idaman setiap ibu. Selain melalui pemberian ASI Eksklusif di 6 bulan pertama pertumbuhannya, nutrisi lanjutan dalam bentuk pemberian MPASI (makanan pendamping ASI) setelahnya juga perlu diperhatikan.

Dikutip dari situs Hello Sehat, selain untuk fungsi memenuhi nutrisi bayi, MPASI juga berfungsi untuk melatih kemampuan otot oromotor (otot-otot di mulut) dan kemampuan motorik bayi.

Sejalan dengan perkembangan usianya, kamu dapat membuat sendiri aneka resep MPASI menggunakan bahan-bahan sederhana. Tidak perlu harus mahal, Dears. Yang utama adalah makanan tersebut dapat diterima baik oleh indra pengecap bayi.

Berikut ini adalah resep MPASI Macaroni Schotel untuk bayi mulai usia 9 bulan ke atas yang penulis ambil dari akun instagram @herleenda.

 

076a67caf1cee52e7e242da815163bf5
Sumber : instagram.com/herleenda

 

MACARONI SCHOTEL
.
Bahan :
✅ Karbohidrat : segenggam macaroni
✅ Protein hewani : 2 telur ayam, 50gr daging sapi
✅ Protein nabati : Tempe parut
✅ Sayuran: 1/2bh wortel parut
.
Bumbu untuk aroma :
✅ 2 siung Bawang putih
✅ Bawang bombay
✅ Keju parut
✅ Lada bubuk
✅ Seledri
✅ Minyak goreng
 ✅Margarin untuk olesan
.
Cara membuat :
↪️Rebus daging, sisihkan kaldunya. Daging bisa dicincang kasar/parut.
↪️Tumis bawang putih + bawang bombay dengan minyak. Masukkan daging, tempe, wortel beri, kaldu daging hingga berubah warna.
↪️Campurkan tumisan dengan macaroni, keju parut, kocokan telur, lada bubuk. Aduk hingga tercampur sempurna.
↪️Olesi cetakan aluminium foil dengan margarin. Tata adonan sampai habis, taburi seledri dan keju parut.
↪️Kukus kurang lebih 20-25 menit. Cek kematangan dengan tusukan.
.
Nyammm nyamm…. yummyyy…. simpel tapi sangat bergizi, bukan? 
 
Jangan lupa ya, Dears, ajarkan si kecil berdoa sebelum makan dan suapi buah hati dengan penuh cinta dan kasih sayang. Karena cinta adalah nutrisi terbesar yang juga ia butuhkan hingga dewasa nanti. 
 
Big hug ya buat kamu, ibu-ibu hebat 💕
 
💜💛💚
 
#TantanganMenulisEstrilook
#EstrilookCommunity
#ResepMPASI

Selisih Usia 15 Tahun di Atas Rasulullah Saw, Wanita Ini Adalah Cinta Pertama Sang Nabi

images (14)
Gambar : Boombastis.com

 

Dears, tahukah kamu…

Khadijah binti Khuwailid adalah cinta pertama Rasulullah Saw yang tiada pernah tergerus oleh waktu. Ketegaran, kecerdasan, kesetiaan dan pengorbanan wanita mulia itu sungguh sangat menginspirasi.

Telah banyak kisah tentang perjuangan beliau yang dapat menjadi tauladan bagi muslimah di zaman kini. Berikut adalah 3 fakta penting tentang ummul mukminin Khadijah r.a yang sebaiknya kamu tahu, Dears.

💜 Wanita Quraisy yang terhormat dan kaya raya

Khadijah binti Khuwailid berasal dari keturunan suku Quraisy yang dihormati, terpandang, dan memiliki harta berlebih. Ia adalah seorang pengusaha wanita yang menjalankan perdagangannya dengan memberikan upah kepada orang lain untuk membantu menjual barang-barangnya. Dan salah satu orang yang membantu mendistribusikan perdagangan Khadijah adalah seorang pemuda yatim piatu bernama Muhammad, yang saat itu masih berusia 25 tahun.

💜 Tertarik pada kejujuran Muhammad dan menawarkan diri untuk dinikahinya

Muhammad membantu perdagangan Khadijah dengan sangat jujur dan amanah. Setiap barang yang diperjualbelikan oleh Muhammad pasti menghasilkan keuntungan yang berlimpah. Khadijah pun mulai tertarik kepada Muhammad dan mengutus seorang utusan untuk bertanya kepada Muhammad, apakah ia telah memiliki keinginan untuk menikah.

Ketika Muhammad mengatakan ia sebenarnya ingin menikah, tapi belum memiliki cukup harta, utusan Khadijah menawarkan kepada Muhammad apakah ia bersedia menikah dengan Khadijah. Dan Muhammah pun menerimanya.

Maka terjadilah pernikahan antara seorang Muhammad, pemuda berusia 25 tahun, dengan Khadijah, seorang wanita 40 tahun yang sebelumnya sudah pernah menikah dua kali. Masya Allah. Sungguh mulia ketetapan Allah.

💜 Mengorbankan harta dan dirinya di jalan Allah

Setelah menjadi istri Muhammad, Khadijah mengorbankan seluruh harta dan dirinya di jalan Allah. Ia adalah orang pertama yang percaya kepada Nabi saat pertama kalinya Nabi Muhammad menerima wahyu kenabian di Gua Hira. Saat tak ada satu orang pun yang percaya kepada peristiwa itu.

Khadijah adalah tonggak kokohnya diri Rasulullah Saw, yang selalu memberikan semangat, pemikiran, dan kekuatan manakala Nabi sedang dalam keadaan lelah dan letih dalam perjuangannya menyebarkan agama Allah.

Khadijah lah wanita yang paling dicintai Rasulullah Saw. Wanita mulia ini wafat setelah 25 tahun mendampingi perjuangan Nabi dengan penuh kesetiaan.

Dalam kesedihannya yang mendalam, Rasulullah pernah berkata :

“Dialah manusia pertama membenarkan aku tatkala orang-orang mendustakanku, dialah yang pertama mengorbankan seluruh hartanya (untuk berdakwah) ketika orang-orang menyempitkannya, dan dialah yang menghibur aku ketika orang-orang memusuhi aku…”

Karena harta dan pengorbanan dirinya yang begitu besar, Allah Swt telah menjamin Khadijah sebagai salah satu wanita mulia penghuni surga.

Dears, semoga kisah ummul mukminin Khadijah r.a dapat menginspirasi bagi kita semua.

Betapa apa yang kita alami sebagai seorang muslimah saat ini belum seberapa dibanding ujian dan cobaan yang Allah berikan kepada wanita-wanita terbaik di zaman kenabian. Berhentilah mengeluh, dan teruslah perbaiki diri dalam kecintaan di jalan-Nya.
.
.

*Sumber :
Kajian Ust. Syafiq Riza Basalamah

💜💛💚

#TantanganMenulisEstrilook
#EstrilookCommunity
#WanitaInspiratif

Ketika Impian Menjadi Nyata (2) : Madinah

Alhamdulillah, kita lanjut lagi ya cerita umrohnya 😊 Maafkannn kelamaan lanjutannya dari cerita sebelumnya…

Yang mau baca kisah sebelumnya ada disini

Jadi setelah 4 jam perjalanan Istanbul – Madinah, sampai juga di bandara Madinah sekitar pukul 00.30 dini hari. Waktu itu ada ratusan orang jamaah dari berbagai negara yang landing berbarengan rombongan kami. Jadi kebayang dong ya antrian imigrasinya seperti apa.
.
Nah, parahnyaaa…. petugas imigrasi di bandara Madinah santaiiiii banget kerjanya. Padahal semuanya pria. Dan rupanya mereka hobi ngobrol dan bicara dengan sesama rekan kerja. Duhhh itu antrian sampai lebih dari 2 jam.
.
Saya kasihan melihat beberapa jamaah yang sudah lanjut usia harus menunggu selama itu. Banyak diantara jamaah, termasuk saya, yang akhirnya duduk ngglesot alias ndelosor di bawah, karena sudah tidak tahan berdiri berjam-jam begitu lama. Bahkan sampai ada yang jatuh lho saking lamanya menunggu 😔
.
Hemmm.. bedaaa 360 derajat dengan petugas imigrasi di bandara Turki yang serba cepat, disiplin, dan tak banyak bicara.
.
Sekitar jam 03.00 pagi akhirnya selesai juga prosesnya. Kami telah dijemput oleh seorang Muthawwif (pembimbing umroh) yang ternyata telah menunggu kedatangan kami sejak jam 23.00. Mantap ya nunggu yang dijemput aja 4 jam lamanya di bandara. Kalau naik pesawat sudah sampai Istanbul itu 😁
.
.
Dari bandara kami diantar menggunakan bis menuju hotel di dekat Masjid Nabawi. Alhamdulillah hotelnya terletak di belakang pasar. Jadi setiap akan ke masjid kami harus melewati pasar yang menjual aneka oleh-oleh, suvenir, dan berbagai keperluan untuk jamaah. Harga-harganya pun relatif murah.
.
Untuk satu jilbab segi 4 yang bahannya lumayan halus, kita bisa beli seharga 5 SR (Saudi Riyal).
Kurs 1 Riyal sekitar Rp. 3.850, –
Untuk peci bentuk bulat, kamu bisa beli dengan harga bervariasi. Ada yang 5 SR, ada pula yang hanya 2 SR.
.
Oh ya, saya sempat beli tas traveling jinjing gede di pasar ini. Mau tahu harganya berapa? Only 15 SR aja, alias gak sampai Rp. 60ribu 😁 ck… ck… Padahal tasnya lumayan besar dan kuat loh.
Ehhh ini kenapa kita malah keterusan bahas tentang harga oleh-oleh ya hehhee..
Oke, saya lanjut lagi cerita tentang masjid Nabawi.
.
.

 

IMG_20180714_004824_327
Kubah hijau di belakang saya adalah makam Rasululullah Saw.
.
.
Masjid Nabawi ini merupakan masjid kedua yang dibangun Rasulullah Saw setelah masjid Quba. Saat itu beliau dalam masa hijrah dari Mekkah ke kota Madinah Al Munawwaroh yang jaraknya sekitar 340 km dari kota suci Mekkah. Ciri khas masjid Nabawi ini ada pada atap di pelataran masjidnya yang dapat membuka dan menutup seperti payung.
Setelah sholat Subuh atap-atapnya mulai dibuka, dan setelah sholat Ashar atapnya ditutup, sehingga kita sholat Maghrib dan Isya’ langsung beratapkan langit. Masyaa Allah.
.

Exif_JPEG_420
Atap di pelataran masjid siang hari
.
Exif_JPEG_420
Saat magrib tiba
.
Di dalam masjid Nabawi terdapat makam Rasulullah yang ditandai dengan kubah berwarna hijau. Untuk masuk kesana dibatasi waktunya dan butuh banget perjuangan, karena harus berebut dengan ratusan jamaah dari negara lain. Biasanya ustadz pembimbing atau Muthawwif akan membimbing jamaahnya menuju tempat mustajab berdoa yang disebut Raudhah (Taman Surga). Raudhah ini letaknya diantara bekas mimbar Rasulullah dan makam beliau di dalam masjid.
.
.
Oya, Madinah ini kotanya tenang, nyaman, terdapat banyak pohon kurma, dan tidak seramai Mekkah. Enak deh untuk kamu yang suka jalan dan lihat-lihat suasana kota.
.
Sayangnya rombongan kami hanya stay 3 hari disini. Belum puas sebenarnya karena belum sempat keliling banyak. Ziarah hanya diajak ke Jabal Uhud dan kebun kurma. Padahal pengen banget lihat onta, tapi belum kesampaian. Doakan ya next time bisa kesana lagi dalam rangka ibadah haji yang wajib buat umat muslim. Aamiin… ☺
.
.
Exif_JPEG_420
Jalan raya di pusat kota Madinah, sekitar Masjid Nabawi. Tenang & tidak terlalu ramai.
.
.
Rasulullah pernah berkata, bahwa sholat di Masjid Nabawi memiliki pahala 1000x lipat dibandingkan sholat di masjid lainnya, kecuali Masjidil Haram. Dan sholat di Masjidil Haram memiliki keutamaan 100.000x lipat dibanding sholat di masjid lainnya.
Jadi kalau kamu punya rezeki, jangan tunda lagi untuk segera berkunjung ke rumah Allah dan Rasulnya, ya. Insya Allah Dia akan ganti seluruh biaya yang kamu keluarkan dalam bentuk rezeki yang lebih berlimpah dan barakah 💖
Next kita sambung lagi kisah di Mekkah Al Mukarromah ya…

Ketika Impian Menjadi Nyata (1) : Antara Jogja – Jakarta – Istanbul

Alhamdulillah, cuma bisa nangissssss……
Antara terharu, bahagia, bersyukur, dan entah perasaan apalagi yang saya rasakan.
 .
Yup, tanggal 20 April 2018 merupakan tanggal bersejarah dalam kehidupan saya, khususnya sebagai seorang muslim, sekaligus seorang pemimpi yang tak henti-hentinya selama ini memaksa diri agar mimpi-mimpi saya dapat terwujud.
 .
Ada 2 impian terbesar yang saya paksa untuk terus berada di pikiran bawah sadar, yaitu :
 .
1. Pergi ke Baitullah
2. Menjejakkan kaki ke Turki, negara dengan percampuran budaya Asia – Eropa, yang merupakan tempat bersejarah perekam jejak penyebaran Islam di wilayah Eropa
 .
Luar biasanya, impian itu Allah wujudkan menjadi satu dalam paket Umroh yang ditawarkan ke saya oleh sebuah biro umroh yang saya cari secara online.
.
Mungkin memang Allah sudah atur semuanya. Dari hampir ratusan biro haji dan umroh yang ada di Yogyakarta, kebetulan yang responnya saya rasa cepat dan sigap adalah biro yang saya pakai ini. Entah kebetulan atau tidak, mereka langsung nawarin paket umroh + Turki yang akan berangkat 3 minggu kemudian. Sempat deg-degan dan gak yakin saya bisa berangkat secepat itu. Tapi mereka meyakinkan akan bantu saya mengurus paspor, visa, dan dokumen-dokumen penting secepatnya (bisa baca tulisan saya sebelumnya tentang paspor dan meningitis).
.
Alhamdulillah, akhirnya semua beres juga dan Allah izinkan saya berangkat dengan rute cukup panjang, Yogyakarta – Jakarta – Istanbul – Madinah, pada tanggal 20 April 2018.
 .
Setelah sebelumnya menahan tangisan di depan keluarga tercinta saat pamitan, saya kemudian ikhlas mengizinkan airmata mengalir derasss #hikss saat maskapai Turkish Air hendak take off dari bandara Soekarno Hatta menuju bandara Attaturk Istanbul.
.
Berkali-berkali mengucap hamdalah, dan sesekali mengusap mata yang makin memerah 😥
Dari mulai naik tangga pesawat saja saya sudah terkagum-kagum melihat badan pesawat jenis Airbus ini 🙈
 Sebenarnya bukan hal baru sih bolak-balik naik pesawat sejak zaman balita tempo doeloe, meskipun hanya penerbangan domestik aja. Tapi beneran, belum ada yang segede gini *lebayyyy yaaa
 .
Udah gitu kru pesawatnya cakep-cakep lagi. Pramugari dan pramugara pakaian dinasnya sopan, berasa kalah deh pramugari kita kalau soal etika berpakaian begini 😊
 .
Exif_JPEG_420
Cakep dan sopan kan pakaiannya 😄 
Btw, perjalanan Jakarta – Istanbul memakan waktu sekitar 12 jam. Saya dan rombongan umroh (semuanya 27 orang), berangkat dari Jakarta pukul 21.30 WIB. Keesokan harinya kami tiba di bandara Attaturk sekitar pukul 06.00 pagi waktu Istanbul (sekitar pukul 10.00 WIB).
 .
Dimaklumi ya kalau ada foto yang blur. Masih ngantuk, sih 😅
 .
Exif_JPEG_420
Blurrrrr…. Efek ngantuk kali, ya 😅
Exif_JPEG_420
Duhhh, ini juga gak fokus
Exif_JPEG_420
Nah, yang ini lumayan lah.. 😂
Exif_JPEG_420
Ini belom mandi ya, catettt. Lelah, letih, lesu 😂
Review lengkap perjalanan dengan Turkish Air insya Allah saya ceritakan di bagian terpisah ya. Tunggu aja…. Moga-moga mood nulis senantiasa terjaga 😊
.
Lanjuttt….
.
Sampai di Istanbul rombongan kami langsung dijemput oleh seorang Guide bernama Aisha. Tomboy, cekatan, dan hanya dapat berbahasa Inggris, tanpa mengerti sedikit pun bahasa Indonesia, membuat beberapa anggota rombongan sempat khawatir tidak mengerti apa yang dibicarakan oleh Aisha.
 .
 Untungnya, ada anggota rombongan yang fasih berbahasa Inggris, sehingga sangat membantu banget sebagai translator selama Aisha menjelaskan berbagai hal tentang Turki saat kami melakukan city tour.
 .
Hmmm…. awalnya si Aisha ini sempat ngambek lho, karena orang Indonesia dianggapnya lelet, terutama yang cewek. Maklum, saat itu ada beberapa anggota rombongan yang wanita setelah sholat subuh di bandara agak lama selesainya. Jadi Aisha sebal dan langsung ngeloyor pergi keluar bandara 🙄
 .
Bisa dimengerti sih ya, karena dia guide yang segalanya telah terprogram. Kalau ada satu acara terlambat pastinya akan mempengaruhi acara-acara lainnya.
 .
Oya, city tour ini terbatas bangettt waktunya, karena jam 5 sore kami sudah harus sampai di bandara Attaturk lagi untuk melanjutkan perjalanan ke Madinah. Jadi setelah sarapan sejenak, diputuskan ada 4 lokasi inti yang akan kami kunjungi.
.
.
1. Masjid dan makam Abu Ayyub Al Anshori (Eyup Sultan Mosque/Eyup Sultan Camii)
 .

 

 

 

.
.
Exif_JPEG_420
Saya tetap cinta Indonesia, kok.. 😁
.
2. Museum Panorama (museum perjuangan rakyat Istanbul)
.
Exif_JPEG_420
Background di belakang saya adalah diorama pertempuran rakyat Turki
.
.
Exif_JPEG_420
Wefie bareng remaja Turki. Ternyata mereka suka heran klo liat orang Indonesia bawa tongsis 😅
.
.
3. Kompleks Hagia Sophia – Blue Mosque (impian saya bangettt iniii)
.
Exif_JPEG_420
Menara Blue Mosque
.
.
Exif_JPEG_420
Gerbang utama Blue Mosque sedang dipugar
.
.
Exif_JPEG_420
Hagia Sophia. Alhamdulillah, dream comes true!! Always believe in your dreams, ya 💜

.

4. Produsen jaket wol berlabel “Emelda”
 .
images (14)
Butik Emelda, produsen jaket kulit eksklusif Turki. (Foto : tripadvisor.co
.
Tau gak sih, meskipun hanya beberapa jam saja mengelilingi Istanbul, tapi Masya Allah, kota ini bener-bener ngangeninnn banget. Suasananya kotanya, orang-orangnya (cakep semua 😁), bangunan-bangunan bersejarahnya.
.
Apalagi di bulan April adalah peralihan  dari musim dingin ke musim semi.
Cahaya matahari bersinar cerah, bunga-bunga tulip bermekaran dimana-mana.
diiringi suhu udara yang cukup nyaman, sekitar 15 derajat celcius.
 .
Exif_JPEG_420
.
Exif_JPEG_420
Kompleks Blue Mosque (Sultan Ahmed Mosque)
 .
Exif_JPEG_420
Semburat musim semi di halaman museum Hagia Sophia. Cantik yaaa Masya Allah…

.

Exif_JPEG_420
Masya Allah… akhirnya bisa juga aku menyentuhmu, wahai bunga Tulip 💜

 

 

.

Exif_JPEG_420
Klo ini taman di Museum Panorama
.
.
Nah, setelah melakukan city tour kurang lebih 10 jam, rombongan kami kembali ke bandara Attaturk untuk melanjutkan penerbangan ke kota Madinah Al Munawwarah by Turkish Air lagi. Penerbangan memakan waktu sekitar 4 jam dan kami tiba di Madinah jam 01.00 dini hari.
 .
Bagaimana kisah selanjutnya menjejakkan kaki di negara Arab? Hemmm… petugas imigrasinya seru abiss lhoo….
.
Tunggu tulisan selanjutnya ya. Doakan saya beneran lanjutin bagian 2 nya 😅
.
.
(bersambung)

Cara Membuat Paspor dan Suntik Meningitis Tahun 2018

Assalamu’alaikum,

Hai… Adakah diantara teman-teman yang ingin berangkat umroh? Pasti sudah tahu kan ya bahwa salah satu syarat berangkat umroh adalah harus melakukan suntik Meningitis. Nah, saya ingin sharing sedikit pengalaman pertama cara membuat paspor dan suntik meningitis yang 2 minggu lalu saya lakukan.

Saya termasuk peserta umroh yang nekat mendaftar secara mendadak sekitar 3 minggu sebelum keberangkatan. Sama seperti rezeki dadakan yang Allah berikan secara tiba-tiba kepada saya.

Awalnya pesimis sih bisa berangkat dalam waktu kurang dari 3 minggu karena saya belum pernah keluar negeri sama sekali, yang artinya juga belum pernah punya paspor. Ketambahan lagi saya belum percaya bahwa saya bisa berangkat dalam waktu secepat itu 😂 Tapi biro umroh tempat saya mendaftar meyakinkan, mereka akan membantu, asalkan syarat pas foto berwarna 4×6 berlatar belakang putih + KTP + KK sudah tersedia secepatnya.

Akhirnya pada tanggal 2 April 2018 jam 08.00 pagi saya meluncur terlebih dahulu ke Kantor Imigrasi Yogyakarta untuk melakukan interview dan foto pembuatan paspor. Karena sebelumnya telah mendaftar secara online dan datang tepat waktu sesuai jadwal, tidak sampai 30 menit semua proses Alhamdulillah kelar dilakukan. Saya langsung membayar biaya paspor Rp. 355.000, – di loket Mobil Pos yang tersedia di halaman Kantor Imigrasi. Paspornya sendiri baru dapat diambil 5 hari kerja setelah dilakukan pembayaran.

 

Sumber foto : sekolahumroh.com

 

Selesai dari Kantor Imigrasi, saat itu juga saya meluncur ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) untuk suntik Meningitis. Lokasinya tidak terlalu jauh dari Kantor Imigrasi. Saya membawa pasfoto 4×6 + foto copy KK + KTP untuk jaga-jaga jika dibutuhkan.

Sampai disana ternyata sudah banyak peserta suntik yang antri (padahal masih jam 9) dan rata-rata mereka masih bingung bagaimana prosedurnya, termasuk saya 🙈

Untungnya, ada beberapa petugas yang memang bertugas melayani berbagai pertanyaan soal prosedur suntik Meningitis, meskipun memang tidak banyak dan harus sabarrrrr banget nungguin mereka jelasin ke peserta lain.

Intinya begini prosedur suntiknya :

1. KKP tidak menyediakan formulir pendaftaran secara langsung. Jadi kita harus isi data terlebih dahulu di formulir online di web resmi berikut ini http://kespel.depkes.go.id. Mengisinya dari HP masing-masing ya, karena KKP tidak menyediakan fasilitas komputer untuk peserta melakukan pendaftaran online. Yang disediakan disana adalah wifi gratis ☺

2. Selesai mengisi data diri dan mengupload KTP, jangan lupa download terlebih dahulu formulir yang telah diisi tadi, lalu kirimkan ke email resmi KKP. Nanti ada petugas khusus yang langsung mengeprint formulir yang kita kirimkan ke email tadi. Antri sih, tapi dinikmati aja deh ya, daripada harus ngeprint diluar kantor.

3. Selesai mencetak formulir pendaftaran, barulah kita boleh mengambil nomor antrian di loket. Petugas loket akan menanyakan paspor kita sebelum mengijinkan kita melakukan suntik Meningitis. Untuk kasus seperti saya yang belum jadi paspornya, diperbolehkan menunjukkan bukti pelunasan paspor saja.

4. Setelah menyerahkan formulir ke loket, saya dipersilahkan melakukan cek urine terlebih dahulu. Kemudian barulah dikumpulkan dalam satu ruangan yang isinya kurang lebih 10 orang untuk dijelaskan segala hal terkait dengan vaksinasi Meningitis.

Oya, ada kasus sedikit. Seperti halnya vaksinasi lainnya, Meningitis tidak boleh dilakukan apabila peserta dalam keadaan demam.
Payahnya, hari itu kondisi badan saya agak demam karena begadang sampai subuh nungguin anak yang lagi sakit. Petugas memeriksa suhu badan saya dan bertanya apakah saya sehat? Karena takut gagal suntik, buru-buru dengan penuh yakin saya jawab bahwa saya sehat wal’afiat. Suhu tubuh yang hangat disebabkan oleh kurang tidur, bukan karena bakteri atau virus tertentu.

5. Setelah itu peserta dipersilahkan membayar biaya Meningitis, kemudian masuk satu demi satu ke ruangan untuk melakukan suntik di lengan atas sebelah kiri. Saya lupa berapa persisnya biaya Meningitis kemarin. Yang jelas sekitar 300ribuan.

6. Selesai suntik, peserta akan diminta menunggu untuk dipanggil kembali mengambil buku Meningitis yang sudah jadi.

7. Tarraaaa….selesai deh dalam satu hari 😁 Kalau tidak salah ingat masa berlaku buku suntik Meningitis sekitar 2 tahun dari masa pembuatan.

Oiya, jika ditotal biaya bikin pasport dan suntik Meningitis total keduanya hampir 700ribuan. Mungkin ada yang membutuhkan informasi biaya ini, silakan dibaca dulu ya dari atas biar gak bingung 😊.