Arsip Tag: Pantai

4 Destinasi Bulan Madu “yang Tertunda” di Yogyakarta, Kamu Wajib Baca!

Halo, Dears
.
Kalau di tulisan sebelumnya saya tulis sedikitย tentang tema Ta’aruf, di curhatan kali ini kita ngalor ngidul dikit, yuk, tentang hanimun yang dilakukan pasca ijab qabul ๐Ÿ˜„… Aishhh, apaan, sikkk?
.
Mungkinnnn ada yang berpikir bahwa untuk honey moon harus menyediakan anggaran yang lumayan besar. Jadi beberapa pasangan lebih suka menunda hal ini, karena saat pernikahan mereka telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit untuk mengadakannya.
.
Ternyata faktanya tidak selalu demikian lho…
.
Ada beberapa daerah tujuan wisata yang dapat kamu masukan ke dalam daftar tujuan honey moon-mu, dengan biaya perjalanan yang tidak terlalu besar dan terbilang murah. Salah satunya adalah merencakan tujuan bulan madu ke kota budaya Yogyakarta.
.
Coba deh baca curhatan saya di bawah ini ya…
.
Hari minggu tanggal 14 Oktober 2018 kemarin saya dan teman-teman merencanakan penjelajahan ke 4 lokasi wisata di Yogyakarta. Untuk kamu yang hobi berfoto ria pasti sudah paham jika saat ini banyak lokasi di provinsi DIY yang sengaja dibuat untuk spot foto menarik, dengan biaya masuk ke lokasi yang relatif murah meriah. Mulai dari hutan pinus, pantai, sawah, sampai ke wisata jurang yang cukup instagramable spot-spotnya.
.
Karena bawa anak-anak dan takut lelah di perjalanan jika harus nyetir sendiri, teman saya mengusulkan untuk menyewa paket wisata ke beberapa tempat sekaligus dalam sehari. Untunglah ada seorang teman yang buka bisnis persewaan transportasi. Cukup dengan harga 500ribu untuk sewa mobil selama 12 jam (sudah termasuk supir & BBM), kami sudah dapat menjelajahi 4 tempat wisata, plus boleh merubah dadakan tujuan wisata yang diinginkan selama dalam perjalanan. Maklummm, supirnya kan teman sendiri, hehheee…
.
Yuk, kita ulas satu demi satu, ya, tempat yang kemarin saya datangi.
.
.
1. Hutan Pinus Pengger
.
Awalnya saya kiraย wisata hutan pinus yang terkenal di Yogya hanyalah hutan pinus Becici. Ternyata ada pula beberapa lokasi wisata hutan pinus yang tidak kalah menariknya dari segi tersedianya berbagai spot foto, salah satunya adalah hutan pinus Pengger, yang masih masuk area kabupaten Bantul.
.
.
IMG-20181015-WA0034
Naik… naik… ke puncak gunung…
.
IMG-20181015-WA0033
Siapa bilang partai emak rempong gak hobi travelling? wkwkwkwk… ๐Ÿ˜‚ Eyangnya Lubna aja ikutan tuhh yang paling belakang ๐Ÿ˜˜
.
.
Dengan tarif masuk ke lokasi yang cukup murah, hanya 2.500 rupiah per orang,ย  kamu sudah boleh bebas berekspresi dan berlari-lari sesukamu di area ini. Apalagi dengan mengajak serta anak-anak, lengkap sudah kehebohan mereka menemanimu menikmati hutan ini.
.
Salah satu ciri khas hutan pinus Pengger adalah adanya spot foto menggunakan ayunan di pohon pinus yang dapat kamu sewa 10.000, – per ayunan per orang. Foto menggunakan ayunan ini bikin geli, terutama untuk anak-anak. Awalnya mereka antusias pengen foto di ayunan secara bertingkat. Ternyata setelah sampai di atas ayunan teriak-teriak minta turun qiqiqiiii…. hebohhh pokoknya…ย ๐Ÿ˜…
.
IMG-20181015-WA0024
Baru duduk 2 menit, Lubna udah teriak-teriak minta turun. Ini dipaksa ibunya suruh senyum karena difoto ๐Ÿ˜…
.
.
Oya, jika sudah bosan di hutan pinus Pengger, kamu dapat bergeser sedikit ke beberapa hutan pinus lain di sekitar hutan Pengger yang juga memiliki ciri khas spot masing-masing, termasuk hutan pinus Becici juga ada di sekitar lokasi itu.
.
.
2. Jurang Tembelen
.
Lokasi ini cukup sering saya baca di sosial media, dengan berbagai spot yang cukup menegangkan karena berada di pinggir area jurang. Jaraknya tidak terlalu jauh dari hutan pinus.
.
Selain menawarkan spot foto yang mengasah adrenalin, lokasi ini juga dilengkapi dengan taman cinta yang dilengkapi tulisan-tulisan lucu untuk background foto, seperti : kapan nikah?, jodohku otw, dll.
.
Untuk saran kedatangan sebaiknya jangan di siang hari ya, karena lokasi ini cukup jarang ada pepohonan. Lebih baik pilih saat pagi atau sore hari agar waktu berfotomu menjadi lebih menyenangkan.
.
Siap menguji adrenalin di jurang ini? Kuyy… majuuu jalannnn…
.
IMG-20181015-WA0008
Ini ceritanya di atas perahu. Di bawah perahu itu ada jurang. Makanya gak berani gerak..
.
.
IMG-20181014-WA0032~01
Sepanjang mata memandang selalu ditemani oleh jurang.
.
3. Pantai Ngobaran
.
Selesai eksplor wisata alam di kabupaten Bantul, naiklah kami ke kabupaten Gunung Kidul yang kaya akan lokasi pantainya. Sambil berdiskusi di jalan, kami sepakat meneruskan petualangan ke pantai Ngobaran yang memiliki ciri khas pantai bertebing dan dijuluki “Tanah Lot-nya Jogja”.
.
Widihhhh…. kuper ini, saya baru tahu lho kalau ternyata ada kembaran Tanah Lot juga di Yogya.
.
Kenapa dibilang mirip Tanah Lot? Karena pantai Ngobaran memiliki tebing menjorok ke laut mirip Tanah Lot di Bali, dan terdapat pula area sembahyang umat Hindu berupa pura di lokasi pantai.
.
Lumayan asyik sih, suasananya jadi mirip di Bali. Diiringi suara gelegar dari deburan ombak yang kencang di tebing pantai, kamu dapat mulai mengeksplore pantai ini dengan berjalan-jalan di sekitar area pantai, selfie di beberapa spot foto yang disediakan, membeli oleh-oleh suvenir atau aneka ikan, udang dan hewan laut lainnya, asalkan jangan berenang di lautan. Disini juga tersedia jasa fotografer & cetak foto yang cukup murah. Hanya dengan 10.000 rupiah kamu sudah mendapatkan pelayanan foto diri dan cetak foto dengan hasil yang memuaskan.
.
.
IMG-20181014-WA0013
Tebing di belakang yang menjorok ke laut itu yang membuat pantai ini dijuluki “Tanah Lot-nya Jogja”
.

 

IMG-20181015-WA0054
Gapura dan patung di pantai Ngobaran ini membawa ingatan kita akan pulau Bali..

 

.
.
4. Pantai Sadranan
.
Pantai Sadranan juga terletak di Gunung Kidul, membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit dari arah pantai Ngobaran. Jika kamu hobi snorkeling dan mencari aneka biota laut, datanglah ke pantai Sadranan yang dilengkapi dengan fasilitas persewaan alat-alat snorkeling.
.
Ombak di bagian pinggir pantai ini cukup landai dan tenang, mirip aliran sungai. Deburan ombak yang cukup keras mulai terasa beberapa meter dari pinggir pantai, di bagian tengah. Pantai Sadranan cukup aman untuk anak-anak bermain dan menangkap ikan di bagian pinggir pantai, asalkan tetap dalam pengawasan orang dewasa.
.
IMG-20181015-WA0010
Menangkap.ikan, kepiting, dan bermain pasir…
.
.
Alhamdulillah…. perjalanan hari itu serasa bulan madu yang tertunda bagi saya #uhhukkkkk ๐Ÿ˜‚ย Tapi gak perlu nunggu hanimun juga kalii kalau mau ke Yogya ๐Ÿ˜
.
Bagi saya, perjalanan menikmati alam bukan sekadar untuk berfoto, karena jujur, saya pemalu dan gak fotogenik ๐Ÿ™„ย Banyak hikmah yang dapat kita rasakan dari sebuah perjalanan. Pikiran dan mata lebih fresh, hati juga lebih bersyukur, karena melihat betapa indah dan dahsyat alam yang telah Dia ciptakan.
.
Belajar dari alam dan selalu melihat tanda-tanda dari alam, itu hal yang sangat penting buat saya. Jika kamu terus mengasah kepekaan diri untuk selalu bersinergi dengan alam, maka hatimu pun akan menjadi lebih tenang, damai, dan selalu dipenuhi dengan kalimat-kalimat tasbih… ๐Ÿ’–
.
๐Ÿ’œ๐Ÿ’›๐Ÿ’š
.
#OneDayOnePost
#EstrilookCommunity
Iklan

Belajar dari Laut di Pulau Lombok

Siapapun tahu, tanah kelahiran sampai kapanpun tak akan mungkin dapat terlupakan.
Bahkan saat kita sudah tidak lagi tinggal disana, memori akan masa kecil masih tertanam jelas dalam ingatan.

Adalah Lombok, pulau dibagian timur Indonesia yang mengiringi langkah masa kecilku.
Meski hidupku telah berpindah secara fisik ke kota budaya nan sederhana, Yogyakarta tercinta, namun pulau Lombok dan segala “kepedasannya” masih menempel erat dalam rasa yang ada.

Tidak banyak orang yang tahu bahwa di Lombok kita dapat melihat 2 kebudayaan : budaya Bali, dan sekaligus budaya Lombok.
Kedua budaya ini hidup berdampingan dan saling menghormati dengan adat istiadatnya masing-masing.
Jika kamu ingin hemat waktu dan biaya, rasa-rasanya kamu cukup datang ke Lombok untuk mendapatkan dua suasana itu, Bali dan Lombok sekaligus ๐Ÿ˜Š.

Apa yang menarik dari pulau yang terletak antara selat Lombok & selat Alas ini??

Setiap orang memiliki ketertarikan berbeda saat melakukan perjalanan ke suatu daerah tertentu.
Ada yang suka pantainya, gunungnya, kulinernya, budayanya, dll.
Bersyukurlah karena di pulau pedas ini kita akan disuguhi beraneka ragam obyek wisata yang tidak akan terasa membosankan.
Dalam daftar wisata kuliner saja ada bermacam kudapan yang akan memanjakan lidah para traveller.
Mulai dari Sate Bulayak, Sate Pusut, Ayam Taliwang, Plecing Kangkung, Dendeng, Abon, Beberuq (lalap terong mentah), ikan laut bakar dan banyak lagi yang akan membuatmu segera membayangkan sepiring nasi hangat dan ulekan sambal terasi.
Widihh, perutku seakan ikut bicara saat menuliskan fakta dan realita ini ๐Ÿ˜…

Meski aku, yang langsing dan makannya biasa-biasa saja ini selalu bersemangat apabila sudah bicara tentang makanan khas Lombok, tapi ada satu obyek yang sebenarnya selalu membuat penulis merasa baper.
Apakah itu?
Hemmm… Lauttt..!!
Entahlah, penulis yang sebenarnya dahulu tidak begitu suka laut karena tidak bisa berenang, beberapa tahun terakhir ini mulai menyadari betapa laut menyimpan banyak arti.

Dan Lombok, adalah surganya pantai dan lautan.

Pantai Senggigi, Pantai Kuta, Selong Blanak, Pantai Mawun, dan Pantai Pink adalah beberapa nama pantai yang populer di pulau ini.
Jika pantai Senggigi sudah sangat dikenal sebagai salah satu ikon pantai di Lombok, maka Pantai Mawun dan Pantai Pink adalah pantai yang masih sangat asli dan sangat indah. Kamu akan merasa pantai ini sebagai pantai pribadimu karena tidak begitu banyak pengunjung yang sampai disini.

Terlebih jika kita mau meluangkan waktu untuk menyeberang sejenak ke pulau-pulau kecil yang namanya berawalan dengan nama Gili. Ada Gili Trawangan, Gili Meno, Gili Sundak, dll.

Screenshot_2017-10-02-13-54-14-476
Sekotong

 

dsc00255
Senggigi

 

Lalu apa yang sebenarnya kupikirkan tentang Laut? Mengapa lautan begitu bermakna untuk aku yang tidak bisa berenang? hehheheee…

Saat aku duduk di garis pantai, memandang bergulungnya deburan ombak dalam suasana yang masih sepi, hanya satu yang terpikirkan : rasa SYUKUR.
Adakah yang pernah merasakan hal ini?
Apakah untuk sekedar bersyukur kita harus datang ke pantai, atau ke laut?

Heemmm…
Pertanyaan ini sama saja dengan : “Apakah untuk sekedar minum kopi harus datang ke kedai kopi ? ” ๐Ÿ˜
Tentu saja tidak…
Tapi, adakalanya kita membutuhkan suasana kedai kopi itu agar rasa yang ditimbulkan menjadi lebih nikmat.
Sama seperti laut atau pantai yang adakalanya aku butuh datangi untuk sekedar mengkhidmatkan rasa syukurku atas Kuasa-Nya menciptakan alam semesta.

Aku sering mengajak anakku untuk sekedar melakukan perjalanan.
Tak perlu terlalu jauh jika belum memungkinkan, cukuplah antar kota dalam satu propinsi sudah sangat mewakili.

Lihatlah,
Sekolah formal tak akan pernah mampu memberi gadis kecilku pengalaman berkesan seperti ini : makan mi diatas kapal boat ๐Ÿ˜‰ Makan mi sambil bersyukur melihat betapa luas Tuhan menciptakan alam dan seisinya. Tiada kekuatan yang mampu untuk menandinginya.

Screenshot_2017-10-02-13-54-45-423

 

Travelling dan bepergian akan membuat jiwa kita menjadi terbuka.
Menyadari, ada banyak penciptaan yang terbentuk dan mengelilingi kita. Sehingga harmonisasi antara alam dan diri kita adalah keharusan yang tak dapat ditawar-tawar lagi.

Terlebih di era kini, kala travelling bukan lagi menjadi sesuatu yang sulit untuk dilakukan.
Banyak cara untuk mendapatkan harga tiket pesawatย murah. Kita dapat mencari dan membandingkan kapan saat harga tiket menjadi lebih rendah. Lalu kita tinggal menyesuaikan keberangkatan dengan harga dan waktu termurah yang kita pilih.
Sederhana bukan?

Sesederhana aku, saat menjadikan laut sebagai hamparan rasa syukur yang tak berkesudahan…