Teknologi Informasi

Pavel Durov & Telegram Indonesia

Berawal dari tanggal 14 Juli 2017.
Hingga tulisan ini diposting, 9 hari sudah Kementerian Komunikasi & Informasi RI memutuskan untuk melakukan pemblokiran terhadap aplikasi chat messenger Telegram (versi web), karena dianggap banyak digunakan oleh kelompok teroris untuk berkomunikasi dalam melakukan aksinya di Indonesia.

Saya masih ingat, sekitar 1 tahun yang lalu pernah menulis sedikit review tentang aplikasi chat ini dalam postingan Aplikasi Telegram for Android     

Saat itu entah kenapa, saya langsung falling in love dengan aplikasi chat berbasis kecepatan & keamanan ini.

Telegram memang memiliki beberapa fitur yang sangat berbeda dengan Whats App.
Yang paling saya suka adalah penyimpanan file & dokumen tidak otomatis tersimpan di perangkat, melainkan tersimpan di aplikasi. Jadi nggak akan bikin hp penuh sehingga harus bolak balik menghapus file.
Penciptanya sendiri mengatakan, bahwa nilai unik Telegram dibanding aplikasi chat sejenis terletak pada privasi chatnya (enscryption chat) yang tidak akan dapat dibaca oleh pihak ketiga manapun.

Pemblokiran yang dilakukan pemerintah Indonesia (hingga tulisan ini diketik masih terjadi), membuat banyak netizen protes, termasuk saya 😅
Bukan apa-apa. The trouble is, banyak sekali channel pembelajaran, grup bisnis & file-file penting tersimpan disana. 

Dan rata-rata netizen menggunakan channel Telegram untuk proses pembelajaran dalam grup yang besar, bisa menampung hingga puluhan ribu member, selain juga menggunakannya untuk kepentingan bermain game.

Trending topic tentang Telegram di Indonesia mencuatkan nama si pencipta sekaligus sang CEO, Pavel Durov.
Hemmm… saya juga baru tahu ternyata penciptanya masih muda & good looking buangettt 😁 (duhhh emak-emak ini… hehheeehee…)

-Jz8l4Rr_400x400
Source : Durov’s Channel

Sebenarnya Pavel nggak sendirian kok membuat Telegram. Ia dibantu oleh kakak laki-lakinya, Nikolai Durov. Dan aplikasi chat ini adalah produk ciptaannya  yang kedua, setelah sebelumnya Pavel sukses menciptakan aplikasi sosial media terkenal dari Russia, VKontakte (VK) di tahun 2006. VK disebut-sebut mengungguli Facebook dalam hal penggunaan di kalangan anak muda Russia. VK-lah yang membuat Pavel Durov menjadi milyarder di usia muda & idola baru remaja Russia.

Saat membaca kisah perjalanan hidup seorang Durov, menjadi pembuktian bahwa PASSION tidak bisa dikalahkan oleh apapun.
Pavel memutuskan keluar dari Russia setelah dipaksa menjual saham VKontakte kepada penguasa setempat & mengalami banyak intimidasi, akibat tidak mau membocorkan data rahasia pihak oposisi pemerintahan presiden Vladimir Putin yang tersimpan di akun VKontakte saat masa kampanye pemilihan presiden.

Saya seperti mengikuti alur cerita sebuah film, tentang passion anak muda yang mengikuti idealismenya.

Setelah menjual saham VK & dipecat dari perusahaan yang dibangunnya, Pavel keluar dari Russia, kemudian menciptakan Telegram di Berlin pada tahun 2013.
Setelah itu Pavel & tim programernya memutuskan untuk berpindah-pindah tempat (nomaden), agar tidak ada satu pemerintahan pun yang akan mampu mengintimidasi produk ciptaannya yang mengutamakan nilai privasi penggunanya.
Trauma masa lalu di Russia dimana negara selalu melakukan penyadapan dalam masalah komunikasi warga negaranya diakui Durov amat menyakitkan & tidak ingin diulanginya kembali 😥 Miris sekali yaa.. Dalam beberapa pernyataan & tulisannya, Pavel jelas-jelas memilih diblokir di suatu negara & siap kehilangan market potensialnya, daripada harus membuka data percakapan privasi para pengguna Telegram.

PicsArt_07-23-01.01.51

Dengan kondisi seperti ini saya jadi berpikir, apa iya pihak Telegram akan mengabulkan tuntutan pemerintah Indonesia untuk membangun kantor perwakilan di Indonesia? Mengingat mereka sendiri lebih suka bekerja dengan  berpindah tempat dan negara setiap 2-3 bulan sekali.
Entahlah… Hanya bisa berdoa, semoga pemblokiran tidak berlanjut pada aplikasi di hp yang saat ini masih bisa dibuka.

Toh pihak Durov sendiri sebenarnya telah berjanji kepada pemerintah Indonesia, akan menghapus channel/kannal yang digunakan pihak teroris & membuka saluran komunikasi khusus dengan pihak Indonesia untuk membahas isu-isu terorisme secara lebih cepat.
Kalau ini dianggap belum cukup, mungkin kita para pengguna Telegram yang harus pindah ke negara lain agar tetap bisa mengaksesnya… wkwkwk… 😂
Just kidding lah yaaa…

#SaveTelegramIndonesia 💜

Iklan